Cascadiant-BPPT Perluas Kerjasama Riset Energi Bersih

Cascadiant-BPPT Perluas Kerjasama Riset Energi Bersih

Perusahaan solusi green energy yang berbasis di Singapura, Cascadiant Energy, meningkatkan kerjasama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) di bidang riset dan pengembangan energi bersih.

Cascadiant dan BPPT telah mengembangkan fuel cell hidrogen yang untuk pertama kalinya dikembangkan oleh badan teknologi tersebut.

Fuel cell tersebut akan berfungsi sebagai platform BPPT dalam meningkatkan program riset dan pengembangan energi tersebut serta berfungsi sebagai sumber listrik cadangan komersial bagi data center BPPT.

Ada 25.000 generator diesel yang digunakan oleh industri komunikasi, serat, dan penyiaran di Indonesia sebagai listrik cadangan. Selain itu ada 5.000 generator diesel yang diganti atau ditambah setiap tahun. Generator diesel ini dijalankan dengan bahan bakar fosil impor yang merusak lingkungan.

BPPT mengakui potensi Indonesia untuk bisa memimpin dunia dalam pengembangan, produksi, dan penyebaran fuel cell berdasarkan permintaan domestik saja dan Cascadiant gembira bisa menjadi mitra dalam upaya tersebut.

Pendiri sekaligus CEO Cascadiant Marshall Towe mengatakan, pihaknya berharap bisa bermitra dengan Pemerintah Indonesia dan perusahaan-perusahaan lokal untuk mengembangkan sumber-sumber energi yang diproduksi di dalam negeri.

“Sangatlah membuat frustasi dan membingungkan di mana industri nirkabel dan penyiaran terus memakai generator diesel. Bahkan, jumlah generator yang digunakan oleh para operator itu memproduksi CO2 setara dengan yang dihasilkan oleh lebih dari 20 juta mobil per tahun,” kata Towe dalam siaran pers beberapa waktu lalu.

Ditegaskannya, mereka adalah perusahaan-perusahaan multi-nasional besar yang bertanggung jawab pada konsumen mereka, negara tempat mereka berbisnis, dan lingkungan. “Namun mereka tidak memenuhi tanggung jawab tersebut,” kata Towe.

Dikatakannya, teknologi yang dikembangkan Cascadiant, MES™, akan mengeliminasi risiko yang dihadapi operator dalam mengembangkan teknologi bersih baru.